Persembahan Terakhir Untuk Warung Rakyat

Persembahan Terakhir Untuk Warung Rakyat

Tak terasa, sudah 5 hari hidup saya diletakkan di Mojokerto. Perjalanan pengembaraan saya harus kembali saya lanjutkan, karena apa yang telah saya capai sampai detik ini, sampai saat ini, belumlah setengah dari cita-cita saya untuk berbagi pengalaman dan mengambarkan...
Saya Dan Sebuah Paradigma Suku Dayak

Saya Dan Sebuah Paradigma Suku Dayak

05 AGUSTUS 2015 Tak terasa semakin hari perjalanan pengembaraan saya semakin jauh menapak, dan, pagi ini di tanggal 5 Agustus pagi sekali saya masih ada di Tarakan, harus bangun untuk mencuci semua baju-baju dan perlengkapan perjalanan yang akan saya bawa ke target...
Di Sini, Setengah Hati Telah Saya Tinggalkan

Di Sini, Setengah Hati Telah Saya Tinggalkan

Cinta pada pandangan pertama dalam cerita romansa mungkin ada benarnya, entah kalau kisah percintaan, tapi kalau dalam kehidupan saya mengalami sendiri setelah apa yang saya rasa dan alami di sebuah kota bernama Mojokerto. Jujur saja, Mojokerto ini bagaikan magnet...
Pekalah Dengan Alam, Dengarkan Alam

Pekalah Dengan Alam, Dengarkan Alam

Hari ini saya memutuskan untuk tidak ke mana-mana. Setelah bangun pagi masih di Warung Rakyat saya hanya ingin bersantai sejenak di sini, jikapun mau keluar tidak akan pergi jauh-jauh karena saya ingin beristirahat. Pagi itu kopi segelas masih menjadi santapan pagi...
Nikmat Tuhan Mana Yang Mau Kau Sangsikan?

Nikmat Tuhan Mana Yang Mau Kau Sangsikan?

Bangun pagi di tanggal 24 Februari tahun ini saya beranjak dari hangatnya suasana Warung Rakyat. Inilah serunya menjalani hidup mengembara seperti yang saya alami, bebas mau tidur di mana saja, gak pernah khawatir akan dingin, hujan, panas atau kelabang yang mungkin...